Kau dan hatiku (salah satu puisi di dalam cerita)


“Mengalir bagaikan air menuju tempat terbawah

Begitulah kedatanganmu dalam hidupku

Kau datang dan merasuk ke hatiku yang terdalam

Air yang tak dapat ku genggam dengan tangan

Kau dan kebebasanmu begitu tidak tersentuh

Dapatkah ku menampung perasaanmu layaknya air?

Tak akan ku bagikan kepada siapapun

Datanglah ke tempat penampungan di hatiku”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Prolog (Daun tumbuh dan gugur setiap tahun, seperti itulah cinta)


Memang berat mengucapkan selamat tinggal. Seberat kenangannya dengan orang tersebut. Langkah gontai menyusuri taman Pelita, seolah waktu terhenti saat di mana ia dapat melangkah pasti ke pelukan hangat dan disambut dengan senyuman terindah. Sepotong kisah tak bercela di antara mereka sebelum kenyataan merenggut mimpi indah dan sepotong kenangan masa lalu. Kini matanya sudah tak dapat menitikkan air mata, seiring rapuhnya hati yang tak terelakkan. Rasa datang tanpa diminta dan pergi tanpa diusir membawa sepotong kisah bersamanya. Apakah salah dengan keinginan, harapan dan usahanya? Tiada satu orang pun dapat menjawab, ia menunggu dan terus menunggu, akankah waktu menjawab atau ini merupakan misteri di jagad raya yang tak mungkin ada jawabnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Snoopy